Powered By Blogger

Kamis, 29 Maret 2012

Tugas Tulisan softskill (B.inggris)


Why I Take Management Major?

Management major… I never think that it will be my major which i take now. I never had a planned to take this major. I just wanted to take a major which I want, but my parents told me to take management major. They think economic faculty is the best option for the student who want enter to university. But, I think it is not. My parents must know what their children want and need. I am very want to take a communication visual design or anything which is relation with drawing. I love drawing . although I am not so ggod at drawing but I want learn more and more. I interested in it. Beside communication visual design, I want take architecture. But my parents also refused my second option. They think if you take that major will you fast to get a job? But I think fast or not you get a job is come rfrom ou effort to get a good point a long our study in the university.
Want or not, I must follow what my parents want. Because I always think if parents absolutely know what is the best for their children. I also want to make my parents proud of me.  Although management is my new challenge for me. I’m not come from a social student, but i come from a science student. And this is my challenge how to get a good point and make my parents proud of me.

Tugas Tulisan softskill (B.Inggris)


SHERLOCK

Finally, after waited 1,5 years the album which I waiting for was out ! of course that is not my album. But, my belove boyband album. Yes, SHINee.  That album was out on march 21, 2012 and that album name was SHERLOCK. This album was inspired by the detective story, Sherlock Holmes. The album’s concept was French Man. I guess this album so amazed, because the the single, SHERLOCK was song made ​​from combining two tracks, CLUE and NOTE. CLUE and NOTE is also on the album.
The album consist of 7 tracks. They are Sherlock, Clue, Note, Alarm Clock, The Reason, Stranger, and Honesty. The lyrics of Alarm Clock was made by Jonghyun, te main vocalist of SHINee and the rap lyrics was writed by my favourite member, Minho. Stranger was a SHINee’s japanese track in THE FIRST album which are transleted back  in korean language and include in SHERLOCK album. I think, this album is the best Korean album in 2012. If you want listen the mellow song, you can listen Honesty or The Reason. And if you want listen a powerful song, you can listen Sherlock or stranger. So, if you want to buy a cd, you can buy Sherlock album.

tugas tulisan softskill (b.inggris)

How To Make a Banana Split

Materials :
·         4 pieces of ripe banana
·         ¼ liter of strawberry ice cream
·         ¼ liter of chocolate ice cream
·         ¼ liter of vanilla ice cream
·         Ready to use whipped crime
·         chocolate fudge :
o   30 gr of butter
o   150 gr of cooking chocolate
o   Fresh strawberry or cherry for the decoration
The Steps :
  • Burn the water in a pan until seething
  • Put the butter and a cut of cooking chocolate into the alumunium bowl
  • Put the alumunium bowl in the burn water on the pan. Cook until the chocolate become melt and mix with the butter.
Final steps :
  • Prepare a bowl or a glass for the banana split
  • Take 1 piece of banana, cut into 2 parts horizontal
  • Put 1 ice cream strawberry, 1 sendok ice cream chocolate dan 1 sendok makan ice cream vanilla.
  • Spray with chocolate fudge and squirt with whipped cream.
  • Decor with a fresh strawberry
  • Finally, the banana split has done and ready to eat.

Kamis, 15 Maret 2012

tugas softskill B.Inggris


My name is Nur Eviyana Mutiara Agustina. My friends call me Evi, but my classmate in the collage call me Pongo.  I am female 18 years old. I studies in gunadarma university, majoring management. Actually, I don’t intend to take a management major but my parents want me to take it.  A few months ago, I saw a job vacancy in the newspaper. That vacancy offer a job to be a staff of graphic designer in graphic design firm. I am very interested in the offer. Graphic designer is a major which I want took , but my parents dislike it. So I guess this is my opportunity to show my talents. In fact, I’m so curious because this job is not related in my major, but I believe with my talent. I like drawing so much. When I’m drawing my happiness come so fast. In senior high school, I ever made a comic for bulletin board in my school. But, unfortunately I am so late to collected my comic to bulletin staff. It’s ok for me. I also felt my comic wasn’t good to displayed in bulletin board. My parents who show my excess in drawing told me to keep my talent.  So, even I took management major but I have an excess in art .
I think my management major is excess when I was working in the graphic design staff. I also want learn more about graphic designer. Although I don't have academic achievement, but I never give up to learn more and more.

Senin, 02 Januari 2012

Tugas Ilmu Budaya Dasar


Plagiarisme dalam hegemoni kultur

Sebenarnya saya juga kurang memahami maksud dari plagiarisme dalam hegemoni kultur akademi. Tetapi plagiarisme sendiri memiliki arti menjiplak atau mengkopi hak cipta seseorang menjadi miliknya tanpa persetujuan dari pemilik hak cipta itu sendiri.
Jadi, menurut pendapat saya, plagiarisme dalam hegemoni kultur akademi itu mungkin suatu penjiplakan yang dilakukan seseorang dalam bidang pendidikan. Contohnya seperti seorang murid mengklaim tugas temannya sebagai tugas miliknya. Atau suatu hal yang sudah sangat sering dilakukan para pelajar, bahkan mungkin yang sekarang sudah jadi tradisi di sekolah maupun kuliah, yaitu mencontek. Mencontek sendiri sama saja dengan penjiplakan dalam dunia pendidikan, karena   mencontek ialah menyalin tugas seseorang dan mengakui salinan itu sebagai tugas yang kita kerjakan sendiri.
Menurut saya plagiarisme dalam hegemoni kultur akademi ini sudah sangat mewabah di dunia pendidikan Indonesia. Sebagian besar pelajar sekarang sudah tergantung dengan hal plagiarism ini, jika tidak dilakukan tindakan lebih lanjut, sepertinya plagiarisme dalam hegemoni kultur akademi akan menjadi kebiasaan bahkan kewajiban seorang pelajar.
Kita pasti dapat mencegah terjadinya plagiarisme dalam hegemoni kultur akademi agar tidak mewabah terlalu luas lagi, dengan memberi penyuluhan terhadap para pelajar sejak dini, dan melakukan perketatan tata tertib sekolah mengenai penjiplakan, sehingga para pelajar jera, dan  tidak mau melakukan plagiarism itu lagi.

Kamis, 22 Desember 2011

Tugas Ilmu Budaya Dasar

 Plagiarisme dalam Hegemoni Kultur Akademi


Plagiarisme, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ialah penjiplakan yang melanggar hak cipta, yaitu hak seseorang atas hasil penemuannya yang dilindungi oleh undang-undang. Plagiat adalah pengambilan karangan (pendapat dsb) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan atau pendapat sendiri, misalnya menerbitkan karya tulis orang lain atas nama dirinya sendiri. Orang yang melakukan plagiat disebut plagiator atau penjiplak. Dengan merujuk pada pengertian-pengertian di atas, maka sebenarnya hamper setiap hari kita menyaksikan plagiarisme, plagiat dan plagiator, baik yang sengaja maupun yang tidak. Para “pakar” dalam berbagai bidang ini tidak jarang melontarkan pendapat yang sebenarnya merupakan hasil penelitian atau pendapat orang lain sebelumnya untuk menganalisis atau menjelaskan suatu topik aktual di bidang tertentu. Pada umumnya mereka enggan menjelaskan bahwa analisis atau pendapat itu berasal dari orang lain, dan mereka hanya sekadar mengulangi atau meminjam pendapat tersebut.
Definisi plagiarisme di atas, kiranya sudah mendapat kesepakatan dari masyarakat akademis di seluruh dunia, baik masyarakat akademis di negara maju seperti Amerika Serikat (AS) dan Jepang, maupun di negara berkembang seperti Indonesia. Selama ini, AS merupakan negara yang sangat ketat terhadap plagiarisme. Para plagiator akan dikenakan sanksi yang setimpal dengan perbuatannya. Kalau ada mahasiswa atau dosen yang melakukan plagiarisme, maka dirinya harus siap dikeluarkan dari sekolah atau universitasnya. Tanpa moralitas yang baik, maka dunia akademik akan kehilangan wajah pentingnya yaitu kejujuran.
 Di Indonesia pernah dinyatakan telah terjadi inflasi ijazah Apa yang tertulis di sertifikat, diploma, atau ijazah tidak selalu mencerminkan kemampuan pribadi pemegangnya. Dalam konteks ini, upaya untuk memerangi plagiarisme akademis merupakan upaya urgen. Niat untuk meningkatkan kuantitas sarjana, atau bahkan kuantitas guru besar tak perlu ditinggalkan, hanya perlu dilengkapi dengan upaya konkret untuk meningkatkan kualitas. Pada kenyataannya, argumentasi dalam sebuah proposisi keilmuan memang tidak bisa dikelabui karena bisa diuji melalui ilmu logika. Tetapi proses pemunculan argumentasi itu tidak sulit untuk dimanipulasi. Karena itu, sikap ilmuwan terhadap kebenaran ilmiah jelas membutuhkan tolok ukur lain yang menyangkut kejujuran, moralitas, dan integritas keilmuan seseorang. Benar bahwa masalah kejujuran memang berpulang kepada yang bersangkutan. Kejujuran hanya bisa dinilai oleh mereka yang berhadapan dengan masalah itu. Merekalah yang tahu, apakah mereka menyerahkan sebuah pertanggungjawaban akademik atau tidak. Para guru seharusnya jujur karena mereka mengawasi tindakan moralitas para anak didiknya. Dosen seharusnya juga jujur, karena dirinya berhadapan dengan sistem pertanggungjawaban akademik yang menginginkan adanya kejujuran. Kasus plagiarisme di kampus dan sekolah-sekolah harus segera diselesaikan. Apalagi figur pendidik selama ini dikenal mulia hingga digelari pahlawan tanpa tanda jasa.
Jadi menurut saya bahwa plagiarisme itu sangat tidak baik untuk ditiru atau dicontoh karena plagiarisme merupakan sebuah kasus atau tindak kejahatan seseorang karena telah menjiplak hasil karya orang lain yang telah di hak cipta. Sebaiknya hal seperti ini cepat diatasi agar plagiarisme tidak semakin merajalele, sehingga bangsa kita ini bisa berbangga bahwa kejujuran selalu diutamakan dalam hal apapun. Selain itu plagiarisme sangat merugikan bagi orang lain dan Negara karena telah melakukan kebohongan publik.
 

Jumat, 11 November 2011

Tugas ILMU BUDAYA DASAR


"Pengaruh teknologi terhadap kebudayaan di Negara Indonesia "

Bangsa yang besar adalah bangsa yang mau menghargai budayanya, mungkin itu adalah istilah yang tepat untuk menggambarkan begitu beragamnya budaya orang Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke. Beribu – ribu pulau, suku, bahasa, adat, membuat Indonesia menjadi salah satu daya tarik dan Negara yang paling kaya dipandang dari budayanya. Secara matematis kita tidak dapat menghitung betapa melimpahnya kekayaan budaya kita
Dipandang dari adatnya ke-Timuran-nya maka Indonesia sangat berbeda dengan daerah yang ada di Barat, rata – rata orang Timur sangat menjunjung tinggi nilai – nilai budayanya sendiri sebagai aset untuk melestarikan daerah dan budayanya secara turun – temurun. Nilai – nilai budaya yang secara turun – temurun yang dimaksud adalah Sopan, Santun, Taat, Menghormati, Menghargai, Menjunjung Tinggi Adat, Tata Krama Pergaulan, dan lainnya yang menjadi ciri khas orang Indonesia. Kebiasaan mengalah, menghargai jasa orang lain, menghormati hak milik orang merupakan gambaran betapa orang Indonesia merupakan bangsa yang sangat menjunjung tinggi budayanya. Bagi orang Indonesia budaya adalah jembatan menuju kesuksesan, budaya adalah tempat untuk mencari solusi jika terdapat permasalahan, budaya adalah harta yang tak ternilai harganya.
Perubahan dalam hidup boleh terjadi akan budaya dengan nilainya yang tak terhingga akan tetap menjadi simbol bagi orang Indonesia dalam kehidupannya. Terbukti walaupun kemajuan begitu pesat saat ini akan tetapi dalam setiap kesempatan tetaplah budaya dikedepankan dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan.
Pada prinsipnya setiap perkembangan dan kemajuan dalam segi apapun baik adanya, setiap manusia menginginkan perubahan pun demikian dalam konteks kehidupan bermasyarakat.
Dari sekian banyak bidang ada dan berpacu untuk kemajuan salah satunya adalah bidang teknologi, yang menghadirkan perubahan dan kemajuan untuk selanjutnya digunakan oleh manusia. Beragam teknologi yang diciptakan memungkinkan manusia untuk bebas memilih apa yang diinginkan.
Perkembangan teknologi seperti yang sudah tersaji diatas tentu membawa perubahan yang begitu baik dan pesat dalam kehidupan manusia. Perkembangan itu baik adanya jika sesuai dengan apa yang diharapkan. Bagaimana jika perkembangan teknologi membawa pengaruh negatif dalam hidup manusia ? apakah pengaruh negatif dari teknologi mempengaruhi pergeseran nilai – nilai budaya dalam kehidupan manusia ? Kedua pertanyaan ini menjadi wajar apabila kita perhatikan dengan seksama dampak dari kemajuan saat ini.
Tidak dipungkiri bahwa perkembangan teknologi saat ini juga membawa pengaruh yang kurang baik atau negatif dalam kehidupan manusia. Kehadiran tekologi yang sedemikian canggih membuat masyarakat umum mempunyai begitu banyak pilihan untuk memilih apa yang dikehendakinya.
Pertanyaan kedua apakah pengaruh negatif teknologi mempengaruhi bergesernya nilai – nilai budaya dalam masyarakat, jawabannya iya. Teknologi diciptakan oleh manusia untuk dapat memenuhi kebutuan manusia itu sendiri, akan tetapi pada perkembangan selanjutnya justru teknologi tersebut disalah gunakan. Misalnya lewat teknologi internet atau dunia maya orang akan semakin mudah mengakses situs – situs porno yang justru itu datang dari kaum muda, hal ini tentu membuat pergeseran norma asusila dalam hidup kaum muda tersebut. Ini menjadi satu contoh dari sekian banyak contoh yang ada dalam kehidupan sehari hari masyarakat.
Contoh lain adalah dampak teknologi adalah dalam bidang militer, berpuluh – puluh macam senjata dicipatakan untuk membunuh manusia, kemana larinya budaya untuk saling menolong, menghargai sesama manusia kalau teknologi yang diciptakan justru dipakai untuk membunuh manusia sendiri. Yang paling hangat dalam ingatan kita tentunya kasus penculikan dan perkosaan yang dilakukan oleh pelajar beberapa waktu lalu yang justru dilakukan setelah pada mulanya berkenalan lewat media teknologi jejaring sosial online facebook. Dengan begitu mudahnya orang dapat mengakses informasi diri dan menyebarluaskan kepada sesama teman, akibatnya prostitusi pun dapat dilakukan lewat dunia maya ini yang justru merupakan efek dari perkembangan teknologi modern. Dan masih banyak lagi contoh betapa perkembangan teknologi yang begitu canggih justru disalah gunakan mengakibatkan bergesernya nilai – nilai budaya umat manusia itu sendiri.
Dalam upaya mempertahankan nilai nilai budaya dalam lingkungan masyarakat tentunya dibutuhkan kerja yang eksta, mengingat bahwa nilai – nilai budaya dalam masyarakat menentukan pula perkembangan kehidupan sosial masyarakat itu sendiri. Mereka yang mampu bertahan di tengah kehidupan teknologi yang semakin canggih tentunya akan mendapatkan kehidupan yang diinginkan, demikian sebaliknya.
Bagaimana upaya mempertahankan nilai – nilai budaya dalam kehidupan masyarakat ? ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh manusia dalam upaya membentengi diri dari arus negatif teknologi. Beberapa hal tersebut antara lain :
1. Memperkenalkan pentingya nilai – nilai budaya kepada anak sejak usia dini
2. Memberikan pemahaman kepada anak, masyarakat dan elemen lainnya betapa vitalnya nilai – nilai budaya terhadap kehidupan
3. Memberikan batasan terhadap hal yang bersifat negatif yang masuk dalam hidup dan kehidupan suatu masyarakat
4. Menjadikan nilai – nilai budaya sebagai ujung tombak dari norma kehidupan keluarga dan masyarakat
5. Menjunjung tinggi nilai – nilai budaya
6. Memandang teknologi dengan segala kemajuan dan perubahannya dalam arti yang positif
7. Menggunakan fasilitas kemajuan teknologi untuk hal yang baik dan positif
8. Sebagai orang tua wajib untuk memberikan pengawasan ekstra kepada anak, baik dalam penggunaan teknologi atau pergaulan sehari-hari.
Memang dalam penerapannya terkadang sulit untuk mengikuti keinginan dibanding kata hati, akan tetapi untuk hidup yang lebih baik kita dituntut untuk melakukan perubahan dalam hidup kita.
Setinggi apapun kemajuan teknologi yang ditawarkan kepada kita akan tetapi kita salah menggunakannya tentu akan membuat hidup kita menjadi salah jalan, justru teknologi tersebut akan menyesatkan hidup kita sehingga nilai – nilai budaya hidup kita tidak lagi sesuai dengan yang kita harapkan, akhirnya ada yang harus dikorbankan dari kejadian tersebut.
Semuanya berpulang kembali kepada kita manusia sebagai makluk sosial, apakah teknologi yang sedemikian canggih ini dapat kita maksimalkan penggunaannya atau justru perkembangan teknologi yang menyeret kita pada hancurnya kebudayaan kita ? anda dan saya yang akan menjawabnya.
Syalom.

Source : http://sosbud.kompasiana.com/2010/02/12/pengaruh-perkembangan-teknologi-dalam-masyarakat-terhadap-pergeseran-nilai-%E2%80%93-nilai-budaya